pengamalan silake 2 Pancasila ( materi tema 4 subtema 2)

Contoh Sikap Pengalaman dalam Sila Ke-2 Pancasila

Berikut inilah setidaknya contoh perilaku dalam kehidupan masyarakat yang sesuai dengan sila ke dua Pancasila, antara lain;

Menghormati Hak Orang Lain

Kita sebagai manusia memang diciptakan dengan hak masing-masing yang melekat pada diri kita. Di sisi lain, kita tidak boleh hanya memikirkan pemenuhan hak untuk kita sendiri tanpa memikirkan orang lain. Contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari, kita punya hak untuk kenyamanan hidup misalnya dengan mendengarkan musik. Di posisi tersebut kita juga harus ingat bahwa orang lain juga punya hak yang sama dalam kenyamanan, maka dari itu jangan mengatur volume musik keras-keras agar kenyamanan orang lain tidak terganggu.

Bertindak Adil Tanpa Memandang Ras, Suku, Agama, Golongan dan Status Sosial

Bersikap penuh keadillan merupakan keutamaan dalam pengamalan sila ke dua ini. Adil yang dimaksud di sini adalah adil dalam tindakan moral bukan tidakan ekonomi. Seperti contohnya, dalam meyelesaikan suatu permasalahan yang dipandang bukanlah ras, suku, agama, golongan atau bahkan status sosial, melainkan kebenaran terhadap penyelesaian masalah itu.
Namun saat ini, sikap adil perlahan mulai hilang dari masing – masing pribadi manusia, terlebih lagi nurani para petinggi negeri yang sudah mulai tertutup dengan iming-iming harta dalam menyelesaikan suatu masalah. Seperti keadilan di bidang hukum, nenek tua yang hanya mencuri duah coklat di penjara dengan hukuman berat, sedangkan koruptor masih bisa menikmati fasilitas mewah di dalam penjara.

Menunjukkan Sikap Sopan Santun Terhadap Siapapun

Sikap sopan santun tak hanya ditujukan untuk orang yang lebih tua dari kita. Kita harus menunjukkan sikap sopan santun terhadap semua orang. Entah orang tersebut lebih tua atau lebih muda dari kita, ataupun orang terebut memiliki status sosial yang lebih tinggi atau rendah dari kita, bahkan terhadap orang tak dikenal pun kita harus tetap menjaga sikap sopan santun, karena hal tersebut merupakan salah satu penghormatan atas orang lain. Tetapi kondisi sekarang berbeda.
Banyak orang yang sudah mengabaikan sikap sopan santun bahkan terhadap orang yang lebih tua. Seperti yang sering terjadi, banyak anak yang suka membangkang perintah orang tua atau guru dan yang lebih parah lagi sebagian orang tidak memperdulikan orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut di karenakan banyak pengaruh budaya luar yang tidak disaring oleh masyarakat yang umumnya remaja.

Menghargai Pendapat Orang Lain

Kita tidak boleh menuntut untuk selalu dihargai oleh orang lain atas pendapat kita. Apabila kita ingin dihargai maka kita juga harus menghargai pendapat orang lain. Memaksakan kehendak kita pada orang lain untuk melakukan apa yang kita inginkan adalah sesuatu yang salah.
Orang lain juga mempunyai usul atau pendapat yang harus kita dengar. Seperti misalnya dalam suatu rapat, kita tidak boleh memaksakan orang lain untuk menyetujui apa yang kita kemukakan. Melainkan kita juga harus mendengarkan pendapat orang lain untuk mendapat hasil yang lebih baik, terlebih lagi sistem pemerintahan Negara Indonesia adalah demokrasi yang setiap individunya bebas untuk mengemukakan pendapatnya.

Memiliki Rasa Empati terhadap orang lain yang sedang kesusahan

Sebagai manusia yang terlahir memiliki hati nurani, seharusnya kita bisa memposisika diri kita untuk merasakan kesusahan yang orang lain rasakan. Kita tidak boleh merasa acuh ketika orang di sekitar kita merasakan kesusahan. Dengan merasakan dan membantu kesusahan orang lain secara tidak langsung kita telah mengangkat martabat kita sebagai manusia yang memiliki hati nurani. Namun keadaan sekarang berbeda jauh dari keadaan dulu dimana rasa empati masih begitu tinggi.
Melihat keadaan sekarang sangat miris, seperti contoh nyata yang sekarang bayak ditemui, apabila ada orang yang kesusahan  justru bukan segera di tolong melainkan direkam dan kemudian diviralkan. Sepertinya kita perlu membangun rasa empati di dalam diri masing – masing, agar martabat kita sebagai manusia tidak turun.

Melaksanakan Kewajiban

Manusia selain memiliki hak, juga mempunyai tuntutan kewajiban yang harus dilaksanakan. Seperti misalnya, kita mempunyai hak untuk hidup dengan layak, tetapi kita juga punya kewajiban untuk berusaha dan bekerja unuk mewujudkan kehidupan yang lebih layaak. Kita tidak bisa menikmati hak kita tanpa melaksanakan kewajiban. Sayangnya, terkadang para individu jauh lebih meuntut haknya dan mengabaikan kewajiban yang harus dilakukan.

Membela Kebenaran.

Ketika kita mengerti tentang kebenaran di tengah masalah yang terjadi, kita harus mengungkapkannya. Meskipun ada resiko yang akan menimpa kita. Misalnya kita mengetahui bahwa terdapat seseorang yang melakukan kecurangan saat ujian, sebaiknyakita melaporkan kejadian tersebut.
Namun, keberanian kita seakan tipis dalam hal ini. Banyak individu yang memilih bungkam apabila melihat kebenaran yang ada di depan mereka. Mental kita sebagai manusia yang bermartabat harus lebih diperkuat lagi dalam hal ini. Apalagi mengungkap kebenaran yang sebenarnya terjadi, merupakan sesuatu hal yang sangat penting karena sangat berguna bagi kelangsungan kehidupan yang damai.

Berani mengakui kesalahan

Manusia tidak luput dari suatu kesalahan. Namun sayangnya manusia terlalu kerdil untuk berani mengakui kesalahannya. Kejujuran dalam hal ini sangatlah penting. Tanpa kejujuran untuk mengakui kesalahan yang telah diperbuat oleh diri kita, maka kita sama saja menurunkan martabat kita sebagai manusia. Seharusnya sebagai manusia yang bermartabat, kita harus mulai memupuk kejujuran mulai dari sekarang. Kejujuran dalam mengakui kesalahan akan sangat berpengaruh dalam membangun kehidupan.

Lebih mementingkan kepentingan umum dari pada kepentingan sendiri.

Sejatinya kebutuhan setiap pribadi individu, selalu saling membutuhkan. Oleh karena itu, tidak baik jika hanya mementingkan kepentingan pribadi. Kepentingan umum juga tak kalah penting, karena kita hidup di sebuah lingkungan yang saling membutuhkan.
Tapi sayangnya, keegoisan di dalam diri setiap individu terus tumbuh dan mengakibatkan seseorang hanya akan mementingkan kepentingan pribadi. Untuk melatih mengurangi keegoisan yang terus tumbuh di dalam individu, sebaiknya kita harus banyak bergaul dan membaur dengan masyarakat. Sehingga kita akan tahu apa yang dirasakan orang lain dan apa yang dibutuhkan oleh orang lain.

Membangun sikap gotong royong

Sebagai pribadi yang hidup di tengah masyarakat, kita wajib untuk saling bekerja sama, bahu membahu menyelesaikan masalah bersama–sama. Lagi – lagi di sini kita harus menekan sisi keegoisan yang berada di dalam diri kita. Kita memang harus ringan tangan di dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Sila ke dua Pancasila dalam pengamalannya menekankan pada hak asasi manusia karena perikemanusiaan atau kemanusiaan yang adil dan beradab merupakan bagian dari hak asasi manusia.
10 Butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Sila Ke-2 (Kedua) Pancasila
Ada 10 butir pedoman pengamalan sila ke-2 yang terdapat dalam 45 butir Pedoman Penghayatan dan pengamalan Pancasila.
  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
Contoh-Contoh Pengamalan Sila Ke-2 (Kedua) Pancasila

  1. Membantu korban bencana alam
  2. Turut serta dalam kegiatan kemanusiaan
  3. Memberi santunan kepada orang miskin
  4. Mengunjungi teman yang sakit
  5. Tidak menyakiti orang lain
  6. Peduli terhadap penderitaan orang lain
  7. Tidak menyinggung perasaan orang lain
  8. Bersimpati kepada orang yang mengalami kemalangan
  9. Menghargai hak asasi manusia
  10. Tidak melanggar hak-hak orang lain
  11. Berani membela orang yang tidak bersalah
  12. Turut menjaga perdamaian dunia
  13. Menghargai kemerdekaan bangsa lain
  14. Bekerjasama dengan bangsa lain
  15. Menolong orang yang membutuhkan bantuan
  16. Tidak menindas bangsa lain
  17. Tidak melakukan penjajahan terhadap bangsa lain
  18. Tidak melakukan perundungan terhadap orang lain
  19. Membantu lansia menyeberang jalan
  20. Memberi tempat duduk pada wanita hamil di angkutan umum
  21. Tidak menzalimi orang lain
  22. Tidak menghina orang yang cacat
  23. Memberi sumbangan pada kegiatan sosial
  24. Tidak mengganggu orang lain
  25. Mengutamakan orang yang memiliki disabilitas
  26. Tidak berbuat kasar terhadap orang lain
  27. Menghormati orangtua dan guru
  28. Tidak melakukan perbuatan keji kepada orang lain
  29. Tidak melakukan kekerasan pada anak kecil
  30. Tidak membedakan derajat manusia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

macam-macam tempo pada lagu (materi tema 5 subtema 3)

Hal yang harus diperhatikan dalam bernyanyi ( materi tema 5 subtema 2)

Membuat Sketsa Pada Gambar (materi tema 4 subtema 2)